Buka konten


Dolors Reig

Dolors_ReigPsikolog sosial dan operator platform e-learning dan penulis blog El Caparazon ini beberapa kali dinominasikan dalam Bobs Award. Ia kerap memberikan kursus bagi perusahaan terkenal, universitas dan kantor pemerintahan. Kursus online yang ia berikan berfokus pada tema kreativitas, gamifikasi, media sosial, pendidikan dan tren internet. Ia merupakan penulis buku berbahasa Spanyol “Socionomy” dan “Young people in the hyperconnectivity era”.

Twitter: @dreig

Blog: www.dreig.eu/caparazon

 


Alexey Kovalev

Kovalev NeuJurnalis, penerjemah dan media analis ini telah bekerja untuk berbagai media Rusia dan asing, antara lain untuk The Guardian dan The New York Times. Ia juga pernah menjadi editor di salah satu yang kantor berita terbesar di Rusia, RIA Novosti, dan juga sebagai editor di inosmi.ru, media online yang menerjemahkan artikel dari media asing ke dalam Bahasa Rusia. Pada tahun 2015, ia mendirikan “Noodleremover”, satu proyek yang menganalisis informasi dan menguak propaganda media Rusia.

Twitter: @alexey_Kovalev


Golnaz Esfandiari

GolnazKoresponden Radio Free Europe / Radio Liberty, stasiun penyiaran yang ada di 23 negara, di mana tidak terdapat layanan informasi yang bebas atau sangat terbatas. Dalam blog Persian Letters, ia menulis tentang isu-isu politik dan sosial di Iran, tema yang jarang diliput. Sebelumnya, ia merupakan kepala editor pada program Persia Radio Farda. Karya-karyanya telah diterbitkan dan dikutipoleh berbagai harian besar: The New York Times, The Washington Post dan Foreign Policy.

Twitter: @GEsfandiari


Abhinandan Sekhri

AbhinandanCo-founder portal Newslaundry.com dan perusahaan produksi film dan televisi. Sebelumnya ia bekerja sebagai wartawan untuk berbagai media – antara lain untuk Newstrack, portal berita terbesar di India. Abhinandan telah menulis dua satir politik untuk jaringan televisi terbesar di India, NDTV. Tahun 2006, aa juga turut menggalang kampanye terbesar di India bagi hak untuk informasi.


Julie Owono

JulieOwonoIa merupakan pengacara dan kepala bagian Afrika di LSM Sans Frontières , organisasi yang mengkampanyekan internet sebagai ruang penciptaan, kerjasama dan kemajuan politik, ekonomi dan sosial di seluruh dunia. Tugas utamanya adalah merancang program bertemakan keamanan digital untuk wartawan Afrika, blogger, jurnalis warga dan aktivis hak asasi manusia. Dia juga mengkoordinasikan kampanye untuk akses yang lebih cepat dan lebih murah ke Internet bagi semua warga. Sebagai kolumnis, antara lain bagi Global Voices Online atau France 24, ia mengangkat isu-isu perempuan Afrika, serta tema bisnis dan inovasi.


Katharina Nocun

katharinaIa mengepalai campact e.V, jaringan online yang mempromosikan hak-hak sipi dan isu-isu internet. Sebagai pembicara di Federasi Konsumen dan sebagai editor ia memfokuskan diri pada dampak revolusi teknologi dalam politik, bisnis dan masyarakat. Ia aktif dalam gerakan hak-hak sipil di dunia maya. Tahun 2013 ia sempat menjabat sebagai kepala serta komisaris urusan perlindungan data di Partai Pirate Jerman.

Twitter: @kattascha

Blog: http://kattascha.de/

Facebook: https://www.facebook.com/kattascha/


Rafida Ahmed

USA-BANGLADESH/ASSASSINATIONBlogger Rafida Ahmed menulis di blog Mukto Mona. Ia mulai terjun sebagai aktivis online pada tahun 2002, dengan bergabung bersama blog yang didirikan oleh Dr. Avijit Roy ini. Ia mulai menulis karena berkeinginan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan rasionalisme. Rafida dibesarkan di Bangladesh, pindah ke Kanada dan kemudian ke Amerika Serikat untuk menyelesaikan studinya. Saat ini ia menjabat direktur senior di satu perusahaan keuangan di AS. Suaminya, Dr. Roy, dibunuh oleh penyerang tak dikenal pada 26 Februari, 2015 di Dhaka. Ia sendiri mengalami luka parah. Serangan brutal berlanjut, sampai akhir 2015 tujuh blogger, jurnalis dan penerbit lainnya tewas. Serangan-serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan gerakan para bloger dan jurnalis yang secara kritis mengulas tema sekuler serta tema ilmiah. Rafida dan Mukto-Mona bertekad utnuk terus memperjuangkan kebebasan bersekspresi di Bangladesh.

Facebook: Rafida Bonya Ahmed
Blog: Mukto Mona

 


Mona Kareem

mona1Wartawan dan penyair ini menetap di New York. Ia telah menerbitkan dua buku puisi Arab. Selain tengah menulis disertasinya tentang perbandingan sastra, ia juga aktif memberikan kursus menulis. Ia bekerja sebagai editor di Migrant-Rights.org, platform yang melaporkan kondisi buruh migrant di Timur Tengah.

Blog: http://monakareem.blogspot.com

Twitter: @monakareem


Maurício Santoro

mauricioPria yang memiliki gelar di bidang jurnalisme serta ilmu ilmu poolitik ini merupakan penasehat hak asasi manusia Amnesty International dan dosen Hubungan Internasiona di Rio de Janeiro, Brasil. Bukunya “Diktator Modern” serta berbagai artikel untuk publikasi ilmiah diterbitkan di Brasil dan luar negeri. Ia juga menulis kolom untuk surat kabar online “Brasil Post“.

Twitter: @msantoro1978


Oksana Romaniuk

Oksana RomaniukPerwakilan Reporters Without Borders di Ukraina dan kepala Institut Media Massa Kiev, LSM. Fokus kerjanya meliputi perlindungan kebebasan berekspresi dan penguatan hak informasi bagi warga. IIa turut terlibat dalam berbagai proyek seputar tema standar jurnalistik, partisiipasi warga dan keamanan digital.

Facebook: Oksana Romaniuk


Alissa Wahid

Alissa 01Psikolog keluarga yang memiliki pengalaman luas di bidang pengembangan masyarakat dan gerakan sosial. Sejak tahun 1990 ia terjun sebagai relawan serta juga professional di beberapa organisasi masyarakat sipil. Ia merupakan penerus peran ayahnya, mendiang Abdurrahman Wahid,  dalam jaringan GUSDURian, menjabat koordinator nasional.  Agenda utama jaringan ini adalah menguatkan semangat keragaman dalam kesatuan. Jaringan ini meliputi lebih dari 100 komunitas lokal dan ribuan anggota di Indonesia dan di beberapa negara. Sebagai ketua jaringan ini, Alissa Wahid terlibat langsung dan juga penjadi pengawas pada berbagai program perubahan sosial. Ambisinya adalah untuk mendukung generasi berikutnya sebagai pemimpin yang dapat melayani masyarakat.
Twitter: @AlissaWahid


Erkan Saka

sakaAsisten dosen pada the School of Communication, Istanbul Bilgi University, mengajar budaya new media dan antropologi cyber. Gelar sarjana dan magister  sosiologi ia peroleh di Boğaziçi University, Istanbul. Sementara gelar doktor ia terima di Departemen Antropologi di Rice University , Houston, AS. Ia merupakan blogger politik sejak 2004. Ia juga menjadi co-koordinator pada Program Pelatihan Citizen Journalism di Bilgi Egitim dan presenter acara TV SosyalKafa yang mengulas tema new media di netd.com
Blog: Erkan’s Field Diary
Twitter: @sakaerka


Georgia Popplewell

Georgia PopplewellPemimpin Global Voices, penulis, editor dan produser dari Trinidad dan Tobago. Tema yang digeluti: budaya, musik, film dan olahraga. Sejak tahun 1989 Georgia bekerja untuk berbagai stasiun TV. Tahun 2005 mendirikan Carribean Free Radio, podcast pertama dari Karibia.

Website: Georgia Popplewell/Global Voices Online
Twitter: @georgiap


Hu Yong

hu_yong1

Profesor jurnalistik dan komunikasi di Universitas Beijing ini telah membublikasikan 13 buku. Ia juga aktif sebagai aktivis, pengusaha, penerjemah, wartawan serta juga di dunia digital dan sosial media.

Blog:  Cool Knowledge
Twitter: @huyong