Buka konten


Maurício Santoro

mauricioPria yang memiliki gelar di bidang jurnalisme serta ilmu ilmu poolitik ini merupakan penasehat hak asasi manusia Amnesty International dan dosen Hubungan Internasiona di Rio de Janeiro, Brasil. Bukunya “Diktator Modern” serta berbagai artikel untuk publikasi ilmiah diterbitkan di Brasil dan luar negeri. Ia juga menulis kolom untuk surat kabar online “Brasil Post“.

Twitter: @msantoro1978


Sanam Dolatshahi

sanam Jurnalisme warga dan media sosial merupakan fokus utama Sanam Dolatshahi, yang bekerja sebagai editor senior di televisi BBC Persia. Ia memproduksi acara debat live dengan laporan saksi mata serta komentar media sosial, video dan foto yang dikirim oleh warga Persia, baik dari dalam maupun dari luar Iran. Blog miliknya “Lady Sun”, yang ia tulis sejak tahun 2001, merupakan salah satu pelopor blogosphere Persia.

Twitter: @khorshid

 


Alexander Morozov

morozowPenulis serta analis politik asal Rusia. Ia menulis untuk berbagai media online besar di Rusia, seperti Colta.ru, Forbes, Slon.ru. Sejak tahun 2011 ia mempiin proyek yang digagasnya, “Majalah Rusia“. Selain itu ia juga mengajar di Universitas Bochum, Jerman. Walau gerak media di rusia terus dibatasi, namun ini tidak menghentikan Morozow untuk mengekspresikan pendapatnya secara bebas.

Facebook: Александр Морозов


Leila Nachawati

leilaPenulis, konsultan komunikasi dan aktivis hak asasi manusia Leila Nachawati menetap di Madrid, Spanyol. Dia mengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Carlos III. Sejak November 2014, ia ambil bagian dalam APC (apc.org), sebuah jaringan aktivis, organisasi, gerakan sosial. Selain itu ia juga aktif mepromosikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan berkelanjutan. Sebagai anggota tim SyriaUntold, ia bekerja dalam arsip digital gerakan hak-hak sipil. Arsip ini digagas oleh sekelompok wartawan, penulis, programmer, dan desainer , baik yang tingal di Suriah maupun luar negeri.


Oksana Romaniuk

Oksana RomaniukPerwakilan Reporters Without Borders di Ukraina dan kepala Institut Media Massa Kiev, LSM. Fokus kerjanya meliputi perlindungan kebebasan berekspresi dan penguatan hak informasi bagi warga. IIa turut terlibat dalam berbagai proyek seputar tema standar jurnalistik, partisiipasi warga dan keamanan digital.

Facebook: Oksana Romaniuk


Alissa Wahid

Alissa 01Psikolog keluarga yang memiliki pengalaman luas di bidang pengembangan masyarakat dan gerakan sosial. Sejak tahun 1990 ia terjun sebagai relawan serta juga professional di beberapa organisasi masyarakat sipil. Ia merupakan penerus peran ayahnya, mendiang Abdurrahman Wahid,  dalam jaringan GUSDURian, menjabat koordinator nasional.  Agenda utama jaringan ini adalah menguatkan semangat keragaman dalam kesatuan. Jaringan ini meliputi lebih dari 100 komunitas lokal dan ribuan anggota di Indonesia dan di beberapa negara. Sebagai ketua jaringan ini, Alissa Wahid terlibat langsung dan juga penjadi pengawas pada berbagai program perubahan sosial. Ambisinya adalah untuk mendukung generasi berikutnya sebagai pemimpin yang dapat melayani masyarakat.
Twitter: @AlissaWahid


Erkan Saka

sakaAsisten dosen pada the School of Communication, Istanbul Bilgi University, mengajar budaya new media dan antropologi cyber. Gelar sarjana dan magister  sosiologi ia peroleh di Boğaziçi University, Istanbul. Sementara gelar doktor ia terima di Departemen Antropologi di Rice University , Houston, AS. Ia merupakan blogger politik sejak 2004. Ia juga menjadi co-koordinator pada Program Pelatihan Citizen Journalism di Bilgi Egitim dan presenter acara TV SosyalKafa yang mengulas tema new media di netd.com
Blog: Erkan’s Field Diary
Twitter: @sakaerka


Florian Ngimbis

FLORIANT NGUIMBISBlog miliknya merupakan salah satu blog berbahasa Perancis yang paling terkenal di blogosphere Afrika. Blognya sangat terkenal di Kamerun, berisi catatan pahit kehidupan sehari-hari, dan kecaman terhadap rezim yang telah berkuasa sangat lama (30 tahun), yang menurutnya penuh dengan kesalahan dan kegagalan. Selain aktif sebagai pustakawan, arsiparis dan social media manager, ia juga duduk sebagai presiden Collective of Cameroonian Bloggers, asosiasi blogger yang terutama memperjuangkan akses internet yang lebih cepat dan murah.
Blog: Kamer Kongossa
Twitter: @ngimbis


Renata Avila

renata_avilaBerasal dari Guatemala, pengacara untuk kasus HAM serta hak privat. Ia juga aktif memperjuangkan kebebasan berpendapat, perlindungan data serta HAM, terutama hak-hak warga asli. Ia bekerjasama dengan penerima hadiah Nobel Laureate Rigoberta Menchu dalam  mengungkap kasus genosida dii Guatemala. Renata adalah anggota Creative Commons Board of Directors dan juga anggota Web Index Science Council.
Website: http://globalvoicesonline.org/author/renata-avila
Twitter: @avilarenata


Rohini Lakshané

Rohini_LakshaneJurnalis dan blogger, penulis Wikipedia. Tema tulisannya beragam, mulai dari eloktronik hiburan sampai teknik untuk tujuan amal, serta juga masalah gender dan teknologi.
Twitter: @aldebaran14
Website: Rohini Lakshané


Falk Steiner

Falk-SteinerMengenal peralatan digital sejak masa kecil, saat ini bekerja sebagai koresponden untuk radio Deutschlandrundfunk dan Deutschlandradio Kultur di Berlin. Fokus utamannya adalah isu-isu kebijakan internet. Sebelumnya ia bekerja sebagai wartawan lepas dan konsultan untuk surat kabar. Tahun 2010 ia turut mendirikan Digitale Gesellschaft, organisasi non-pemerintah yang berkecimpung dalam masalah hak-hak sipil dan perlindungan konsumen di internet.
Blog: Kühlschranknotizen
Twitter: @flueke


Georgia Popplewell

Georgia PopplewellPemimpin Global Voices, penulis, editor dan produser dari Trinidad dan Tobago. Tema yang digeluti: budaya, musik, film dan olahraga. Sejak tahun 1989 Georgia bekerja untuk berbagai stasiun TV. Tahun 2005 mendirikan Carribean Free Radio, podcast pertama dari Karibia.

Website: Georgia Popplewell/Global Voices Online
Twitter: @georgiap


Hu Yong

hu_yong1

Profesor jurnalistik dan komunikasi di Universitas Beijing ini telah membublikasikan 13 buku. Ia juga aktif sebagai aktivis, pengusaha, penerjemah, wartawan serta juga di dunia digital dan sosial media.

Blog:  Cool Knowledge
Twitter: @huyong


Shahidul Alam

ShahidulDilahirkan di Dhaka, Bangladesh, pada tahun 1955. Mendapatkan gelar doktor dari London University. Shahidul Alam menjadi terkenal sebagai fotografer, setelah memenangkan banyak penghargaan penting, seperti Harvey Harris Tropy dari London Arts Council. Ia merupakan pendiri Drik Picture Library, Institut Fotografi Bangladesh Pathshala dan Institut Fotografi Asia Selatan. Sebagai pendiri network HAM Bangladesh, ia membangun pusat regional bagi jurnalisme investigasi. Dan sebagai seorang aktivis terkemuka ia juga turut berjasa atas dibukanya portal web pertama di Bangladesh. Shahidul Alam telah banyak memberikan kuliah tentang fotografi, new media dan pendidikan. Karya fotonya dipamerkan di banyak galeri terkenal. Shahidul Alam juga aktif sebagai anggota dewan pengawas dan pendiri yayasan LEARN Fondation, yang memberikan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat pedesaan.
Website:  www.shahidulalam.com
Twitter: @shahidul