Buka konten


Freedom of Speech Award


Penghargaan DW Freedom of Speech Award Diraih Wartawan Turki

Kepala editor harian Turki “Hurriyet” Sedat Ergin raih penghargaan DW Freedom of Speech Award. Masih belum pasti apakah ia biasa hadir pada DW Global Media Forum pada bulan Juni untuk menerima penghargaan ini.

Ergin

Sedat Ergin masih harus menjalani sidang pengadilan sejak Maret lalu. Ia dituduh telah menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kamis (21/06/16), Deutsche Welle menetapkan kepala editor Hurriyet ini sebagai penerima penghargaan Freedom of Speech Award tahun ini. Ia dinilai telah yang memberikan contoh perjuangan membela hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi.

Ia menjadi cerminan ratusan wartawan di Turki yang menghadapi risiko dalam perjuangan untuk mempertahankan jurnalistik yang independen dan pers kebebasan. Demikian dikatakan Direktur Jenderal DW Peter Limbourg.

Mengomentari keputusan DW ini, Sedat Ergin mengatakan merasa terhormat dianugrahi penghargaan bagi kebebasan pers di seluruh dunia ini. Penghargaan ihi memiliki nilai penting menimbang berbagai penindasan terhadap para wartawan di negaranya.

Ia dinyatakan sebagai terdakwa pada akhir Maret lalu. Sedat Ergin menyiratkan gambaran suram kondisi bagi profesinya. „Kebebasan pers di Turki pada tahun 2016 hanya terbatas sekitar koridor pengadilan.“

Tahun lalu, kantor pusat Hürriyet, yang merupakan harian independen terkemuka di Turki, mengalami dua serangan yang dilancarkan oleh massa pro-pemerintah.

Salah seorang pengacara Erdogan menuntut Ergin ke pengadilan atas tuduhan telah mengejek pidato Erdogan setelah serangan terhadap tentara Turki yang dilancarkan oleh milisi PKK.

Tidak bisa tinggal diam

Menurut indeks kebebasan pers yang diterbitkan Reporters Without Borders pada Rabu (20/04/16), Turki berada di peringkat 151 dari 180 negara.

Kamis (21/04/16), Dirjen DW Limbourg mengatakan merasa memiliki ikatan persahabatan kuat dengan rakyat Turki. Sejak tahun 1962, DW memiliki siaran radio dalam Bahasa Turki. Dan sejak tahun 2015, DW menyediakan konten editorial di situs DW program Bahasa Turki.

“Kita tidak hanya berpaling muka dan diam, saat wartawan, seniman dan ilmuwan secara sistematis diintimidasi dan diperlakukan sewenang-wenang oleh pihak berwenang,” dikatakan Limbourg.

Raif Badawi Dianugrahi DW-Freedom of Speech Award

Blogger Raif Badawi yang saat ini dipenjara di Saudi meraih penghargaan DW – Freedom of Speech Award yang dianugrahkan perdana tahun ini. Penghargaan dalam kerangka kompetisi “The Bobs – Best of Online Activism”.

raif_badawi_posting_600x240px

Direktur Jenderal DW Peter Limbourg mengatakan, keputusan tercapai dengan suara bulat untuk menganugrahkan penghargaan itu kepada Raif Badawi. “Ia dengan cara luar biasa dan berani berjuang untuk hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat. Penghargaan DW hendak menunjukkan sinyal tegas dan agar dunia makin medapat perhatian akan nasibnya. Kami berharap, dengan penghargaan ini tekanan terhadap penguasa Arab Saudi makin besar, untuk dibebaskannya Badawi,” ujar Limbourg dalam alasan terkait keputusan itu.

Pada bulan Mei 2014, blogger Raif Badawi (31) oleh pengadilan Arab Saudi divonis hukuman 10 tahun penjara, 1000 kali hukuman dera dengan tongkat dan denda uang sekitar Rp. 3 milyar. Tanggal 9 Januari 2015 Badawi telah melaksanakan hukuman dera pertama berupa 50 kali pukulan dengan rongkat rotan.

Istri Badawi, Ensaf Haidar yang kini bermukim di Kanada, dalam percakapan dengan Deutschen Welle menyatakan amat bahagia. ” DW – Freedom of Speech Award merupakan pesan amat tegas kepada rezim Arab Saudi. Satu hal yang memalukan bahwa Raif saat ini masih meringkuk di penjara, khususnya di saat Arab Saudi sedang melancarkan perang melawan kelompok Islamic State, yang tidak menghormati hak asasi manusia,” ujar Ensaf. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada DW atas dukungannya lewat penghargaan ini.

Perjuangkan kebebasan berekspresi

DW-Freedom of Speech Award dinaugrahkan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dalam kerangka kompetisi “The Bobs – Best of Online Activism“. Penghargaan diberikan kepada para online aktivis atau proyek internet yang luar biasa. Tahun ini, The Bobs digelar untuk ke-11 kalinya.

Pemenang DW-Freedom of Speech Award serta pemenang dalam tiga kategori utama akan diundang untuk menerima penghargaannya di Bonn dalam acara Global Media Forum Deutschen Welle.

Raif Badawi sejak beberapa tahun berjuang untuk kebebasan berpendapat di negaranya. Lewat situs webnya “Free Saudi Liberal” ia mengritik tajam situasi buruk dalam masyarakat di Arab Saudi. Ia misalnya mempublikasikan artikel sarkastis tentang polisi agama, atau menyebut universitas terbesar di negaranya sebagai sarang pendidikan para teroris.

Tahun 2009 pemerintah Arab Saudi menjatuhkan larangan bepergian ke luar negeri dan bulan Juni 2012 Badawi ditangkap dan diajukan ke pengadilan bulan Desember. Dakwaannya: Melecehkan pimpinan agama Islam dalam situs webnya. Pengadilan tinggi bahkan menuduh Raif Badawi sebagai murtad dan dengan itu bisa dihukum mati. Sebagai dasarnya, pengadilan mengutip pernyataan Badawi yang menyebut umat Muslim, Yahudi, Kristen dan Atheis sebagai memiliki martabat yang setara.

Dalam proses pengadilan selanjutnya, tuduhan murtad dibatalkan, tapi Badawi dijatuhi hukuman berat. Istri dan tiga anaknya pada tahun 2013 berhasil melarikan diri ke Kanada dan mendapat suaka politik di negara itu.